Seputar Peradilan

Upacara Virtual 1

Hakim dan sebagaian pagawai Pengadilan Agama Depok sedang melaksankan upacara hari kermerdekaan secara virtual

 

DEPOK - Senin (17/08/2020), Pukul 10.00 pagi, Ir.Soekarno membacakan teks proklamasi di Jalan Pengangsaan Timur no.56 (sekarang Jl.Proklamasi) untuk pertama kalinya. Memproklamirkan kemerdekaan Indonesia atas penjajahan Jepang yang disambut sorak sorai orang-orang di sepanjang jalan. Begitu sekilas catatan peristiwa yang terjadi 75 tahun lalu, hari paling bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Hari ini, Senin, 17 Agustus 2020, sejarah baru tertoreh. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, dilakukan secara virtual. Upacara fisik di lapangan Pengadilan Agama Depok, tidak dilaksanakan. Pesertah hanya sebagaian pegawai saja yang mengikuti agar tidak terjadi kerumunan, protokol kesehatan tetap di lakukan perserta upacara yang hadi di wajibkan untuk memakai masker.

 

Pukul 10.00 pagi, Ir.Soekarno membacakan teks proklamasi di Jalan Pengangsaan Timur no.56 (sekarang Jl.Proklamasi) untuk pertama kalinya. Memproklamirkan kemerdekaan Indonesia atas penjajahan Jepang yang disambut sorak sorai orang-orang di sepanjang jalan. Begitu sekilas catatan peristiwa yang terjadi 75 tahun lalu, hari paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini, Senin, 17 Agustus 2020, sejarah baru tertoreh. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, dilakukan secara virtual. Upacara fisik di lapangan Istana Presiden, tetap dilaksanakan. Hanya saja peserta yang hadir tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Area Istana Merdeka yang biasanya diisi oleh tamu undangan dengan aneka kostum daerah, perwakilan negara sahabat dan rombongan paduan suara aubade yang biasanya diisi siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, tampak absen. Keramaian pindah ke ruang Zoom dan kanal YouTube beberapa instansi pemerintah, seperti Sekretariat Presiden dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sejarah ini tidak sengaja dibuat, namun pandemi Covid-19 memaksa keadaan. Secara umum, susunan acara upacara berjalan seperti biasa. Namun ada beberapa sesi yang dimodifikasi. Sesi persembahan lagu-lagu nasional, dihadirkan melalui video orkestra yang cukup menarik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Upacara 17 Agustus Virtual Pertama dan PR Besar Internet Indonesia ", Klik untuk baca: https://tekno.kompas.com/read/2020/08/17/14150067/upacara-17-agustus-virtual-pertama-dan-pr-besar-internet-indonesia.

Editor : Reza Wahyudi

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Peserta upacara virtual diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.

 

Akan tetapi di tengah pandemi seperti ini tidak menurunkan semangat para Hakim dan Pegawai Pengadilan Agama Depok, untuk mengikuti upacara Heri Kemerdekaan Indonesia sampi dengan selasai.

Ketua, Hakim, dan Pegawai Pengadilan Agama Depok sedangan mengikuti Upacara Virtual

 

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA !!!!!!

Pukul 10.00 pagi, Ir.Soekarno membacakan teks proklamasi di Jalan Pengangsaan Timur no.56 (sekarang Jl.Proklamasi) untuk pertama kalinya. Memproklamirkan kemerdekaan Indonesia atas penjajahan Jepang yang disambut sorak sorai orang-orang di sepanjang jalan. Begitu sekilas catatan peristiwa yang terjadi 75 tahun lalu, hari paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini, Senin, 17 Agustus 2020, sejarah baru tertoreh. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, dilakukan secara virtual. Upacara fisik di lapangan Istana Presiden, tetap dilaksanakan. Hanya saja peserta yang hadir tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Area Istana Merdeka yang biasanya diisi oleh tamu undangan dengan aneka kostum daerah, perwakilan negara sahabat dan rombongan paduan suara aubade yang biasanya diisi siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, tampak absen. Keramaian pindah ke ruang Zoom dan kanal YouTube beberapa instansi pemerintah, seperti Sekretariat Presiden dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sejarah ini tidak sengaja dibuat, namun pandemi Covid-19 memaksa keadaan. Secara umum, susunan acara upacara berjalan seperti biasa. Namun ada beberapa sesi yang dimodifikasi. Sesi persembahan lagu-lagu nasional, dihadirkan melalui video orkestra yang cukup menarik. Video orkestra yang mempersembahkan aubade Hari Merdeka dan Syukur secara virtual. Lihat Foto Video orkestra yang mempersembahkan aubade Hari Merdeka dan Syukur secara virtual.(-) Tidak seperti biasa, di mana lagu-lagu nasional selalu dilanjutkan persembahan lagu-lagu daerah, kali ini hanya lagu "Hari Merdeka" dan "Syukur" saja yang ditembangkan. Kendati virtual, peserta upacara tetap semarak dengan mengenakan baju adat seperti upacara hari kemerdekaan beberapa tahun belakang. Di ruang Zoom, tampak beberapa peserta mengenakan baju adat dan seragam Pramuka. Dari pantuan KompasTekno yang turut hadir dalam upacara virtual di Zoom, total ada 15 ruang yang diikuti oleh warga negara Indonesia dari berbagai daerah, termasuk beberapa peserta dari luar negeri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Upacara 17 Agustus Virtual Pertama dan PR Besar Internet Indonesia ", Klik untuk baca: https://tekno.kompas.com/read/2020/08/17/14150067/upacara-17-agustus-virtual-pertama-dan-pr-besar-internet-indonesia.

Editor : Reza Wahyudi

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Pukul 10.00 pagi, Ir.Soekarno membacakan teks proklamasi di Jalan Pengangsaan Timur no.56 (sekarang Jl.Proklamasi) untuk pertama kalinya. Memproklamirkan kemerdekaan Indonesia atas penjajahan Jepang yang disambut sorak sorai orang-orang di sepanjang jalan. Begitu sekilas catatan peristiwa yang terjadi 75 tahun lalu, hari paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari ini, Senin, 17 Agustus 2020, sejarah baru tertoreh. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, dilakukan secara virtual. Upacara fisik di lapangan Istana Presiden, tetap dilaksanakan. Hanya saja peserta yang hadir tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Area Istana Merdeka yang biasanya diisi oleh tamu undangan dengan aneka kostum daerah, perwakilan negara sahabat dan rombongan paduan suara aubade yang biasanya diisi siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, tampak absen. Keramaian pindah ke ruang Zoom dan kanal YouTube beberapa instansi pemerintah, seperti Sekretariat Presiden dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sejarah ini tidak sengaja dibuat, namun pandemi Covid-19 memaksa keadaan. Secara umum, susunan acara upacara berjalan seperti biasa. Namun ada beberapa sesi yang dimodifikasi. Sesi persembahan lagu-lagu nasional, dihadirkan melalui video orkestra yang cukup menarik. Video orkestra yang mempersembahkan aubade Hari Merdeka dan Syukur secara virtual. Lihat Foto Video orkestra yang mempersembahkan aubade Hari Merdeka dan Syukur secara virtual.(-) Tidak seperti biasa, di mana lagu-lagu nasional selalu dilanjutkan persembahan lagu-lagu daerah, kali ini hanya lagu "Hari Merdeka" dan "Syukur" saja yang ditembangkan. Kendati virtual, peserta upacara tetap semarak dengan mengenakan baju adat seperti upacara hari kemerdekaan beberapa tahun belakang. Di ruang Zoom, tampak beberapa peserta mengenakan baju adat dan seragam Pramuka. Dari pantuan KompasTekno yang turut hadir dalam upacara virtual di Zoom, total ada 15 ruang yang diikuti oleh warga negara Indonesia dari berbagai daerah, termasuk beberapa peserta dari luar negeri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Upacara 17 Agustus Virtual Pertama dan PR Besar Internet Indonesia ", Klik untuk baca: https://tekno.kompas.com/read/2020/08/17/14150067/upacara-17-agustus-virtual-pertama-dan-pr-besar-internet-indonesia.

Editor : Reza Wahyudi

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L