Seputar Peradilan

 

    Pengajian Rutin (Kultum) Pengadilan Agama Depok  

 

Depok, Jumat 27 Oktober 2017) Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Musholla Al- Mahkamah Pengadilan Agama Depok melaksanakan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) yang bertujuan untuk meningkatkan ke Imanan serta dapat menjalin tali silaturahmi antar pegawai Pengadilan Agama Depok .Pengajian rutin dilaksanakan sebulan dua kali dan ditetapkan setiap Hari Jumat Ba'da Sholat Ashar.

Pada Kesempatan ini, Kultum disampaikan oleh Bapak Drs. H. A. Raini, S.H., yang membahas tentang kefadholan untuk meluruskan shaf ketika Sholat.

 

 

Rosulullah SAW bersabda [luruskanlah shaf-shaf kalian] yakni, lurus dan seimbanglah dalam bershaf sehingga kalian seakan-akan merupakan garis yang lurus, jangan salah seorang di antara kalian agak ke depan atau agak ke belakang dari yang lainnya, serta merapat dan tutuplah celah-celah kosong yang berada di tengah shaf, yakni penyempurna sholat. Sesuatu dikatakan sempurna jika telah sempurna seluruh bagian-bagiannya, sehingga satu bulan dikatakan sempurna jika harinya sudah genap 30. Merapatkan shaf yakni meluruskan dan menyeimbangkannya ketika hendak mendirikan shalat berjama’ah.

kultum


 

 

   

Dalam Kultum dikesempatan ini juga disampaikan tentang Makna yang esensial dari kata ‘abd (hamba) adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Ketaatan, ketundukan dan kepatuhan hanya layak diberikan kepada Allah, yang dicerminkan dalam ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan pada kebenaran dan keadilan.

Sebagai hamba, tugas utama manusia adalah mengabdi (beribadah) kepada Sang Khaliq; menaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hubungan manusia dengan Allah SWT bagaikan hubungan seorang hamba (budak) dengan tuannya. Si hamba harus senantiasa patuh, tunduk, dan taat atas segala perintah tuannya. Demikianlah, karena posisinya sebagai ‘abid, kewajiban manusia di bumi ini adalah beribadah kepada Allah dengan ikhlas sepenuh hati ./209), ‘Aunul Ma’bud (2/259), dan Faidhul Qodir (2/537) dan (4/115-116)]

Hamba Allah adalah hamba yang senantiasa mengabdikan diri pada Tuhannya. Hamba Allah adalah hamba yang selalu merasakan kehadiran Penciptanya di manapun dia berada. Hamba Allah adalah hamba yang dengan setia melayani, senantiasa memohon pertolongan, ampunan, dan bimbingan, hanya kepada Allah dengan hati yang ridho, sebagaimana firmannya dalam surat al-baqoroh ayat 5, yang artinya: “Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan”.

Bagi hamba Allah, apapun yang terjadi, baik terhadap dirinya, hartanya, keluarganya, kedudukannya, jabatannya, harus senantiasa ikhlas, karena apa yang terjadi itu hakikatnya adalah antara dirinya dengan Sang Pencipta. Bagaimanapun perlakuan orang lain, sekalipun menyakitkan, bagi hamba Allah itu adalah pemberian yang indah dari Sang Penguasa. Dengan demikian tidak perlu sakit hati, marah atau dendam pada sesama, karena semua itu terjadi semata-mata antara dirinya dengan Allah. Orang lain dan semua yang ada, hanyalah hiasan semata, untuk menguji apakah dirinya tetap konsisten pada tujuannya atau tidak. Hamba Allah senantiasa sabar dalam menerima cobaan dan ujian, semuanya dikembalikan kepada Allah dengan mengharap ridlo-Nya, sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Huud ayat 11, yang artinya:

“Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal sholeh, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”.

kultum